LP2KM July 08, 2025 Dibaca 169 kali
Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Kontrol Mutu (LPPKM)
ikuti acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2025
Universitas Muhammadiyah Riau pada hari Jum’at, 20/05/2025.
Musrenbang Tahun Anggaran 2025 ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 3 Gedung Rektorat UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyatukan persepsi civitas dalam merancang program prioritas yang mengacu pada Perubahan Pendidikan Tinggi.

Kegiatan Musrenbang ini dibuka dan dihadiri secara
langsung oleh Rektor UMRI yakni Bapak Dr. H. Saidul Amin, MA. selain itu
kegiatan Musrenbang ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor, Ketua BPH, Dekan,
Ketua Lembaga, Direktur, dan semua unit kerja se-lingkungan Universitas
Muhammadiyah Riau.
Musrenbang dibuka secara resmi oleh Ketua BPH Umri Prof Dr M Nazir MA., yang dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pokok Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkemajuan, sekaligus melaksanakan tugas tambahan dan pengembangan institusi.

“Kita tidak hanya memikirkan kemajuan Umri atau Riau
semata, tetapi juga kemajuan semesta. Musrenbang ini menjadi upaya merancang
masa depan yang terarah dan progresif,” ujar Prof Nazir.
Ia juga mengingatkan seluruh sivitas akademika Umri agar
meningkatkan kepedulian terhadap institusi, karena hal tersebut sangat
berkaitan dengan peningkatan kinerja universitas.
“Mampu itu spirit, dan mau itu kinerja. Kita harus
memastikan bahwa tidak ada satu unsur pun yang mundur ke belakang,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA., dalam
pemaparannya menekankan pentingnya sistem keuangan yang berdampak melalui
pendekatan Budgeting Based on Impact (BBOI). Ia menyampaikan bahwa arah
pembahasan utama dalam Musrenbang tahun ini adalah penentuan strategi
pengalokasian anggaran universitas untuk satu tahun ke depan secara lebih
efektif dan efisien.
“Budgeting yang berdampak adalah salah satu pendekatan
penganggaran yang mengedepankan outcome-nya. Setiap program yang dirancang
harus menghasilkan dampak yang nyata dan terukur,” ujar Dr Saidul Amin.
Ia menambahkan bahwa budgeting berdampak harus sejalan
dengan tujuan universitas dalam meningkatkan kualitas, akuntabilitas, dan
efisiensi keuangan.
Rektor juga menjelaskan tahapan kerja dari pendekatan
BBOI, diantaranya; Define Objectives menetapkan program dan tujuan yang jelas
serta pragmatism, Identifikasi Aktivitas yaitu menentukan aktivitas yang akan
dibangun dan dikaitkan dengan hasil yang diharapkan, Sumber Daya yaitu
mengalokasikan sumber daya yang terikat dengan target capaian, Monitoring dan
Evaluasi (Monev) yaitu mengawasi pelaksanaan program secara berkala, dan
terakhir Improvisasi dan Inovasi yakni meningkatkan program melalui inovasi berkelanjutan.
“Dengan menerapkan BBOI, kita berharap dapat meningkatkan
kualitas pengambilan keputusan, memperkuat akuntabilitas, memperkaya
transparansi, meningkatkan pelayanan, dan mendorong inovasi serta efisiensi di
lingkungan Umri,” tegas Dr Saidul Amin.
Musrenbang ini menjadi momen penting bagi Umri untuk
menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan menyusun langkah strategis menuju
pencapaian akreditasi unggul dan internasionalisasi universitas.